Lagi! Siswi SMP Jadi Korban Begal di Jalan Sepi, Motor Dirampas
PENGABARAN.ID – Warga berinisial A, seorang siswi SMP asal Dusun Talang Sembilan (9), Kampung Negeri Batin, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan, diduga menjadi korban pembegalan saat perjalanan pulang sekolah, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 14.00–14.20 WIB.
Informasi yang dihimpun, korban yang diketahui merupakan siswi SMPN 1 Blambangan Umpu itu tengah mengendarai sepeda motor dari arah sekolah menuju rumahnya di Talang Sembilan.
Sesampainya di ruas jalan dari arah KM 17 menuju Talang 9, tepatnya di kawasan perkebunan, setelah SMP 3 Umpu Semenguk, kawasan yang relatif sepi, korban diduga dihentikan oleh dua orang pria yang tidak dikenalnya.
Kedua pelaku kemudian diduga meminta korban menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya. Bahkan, salah seorang pelaku disebut mengancam korban dengan mengatakan, “Serahkan motor kamu, kalau nggak saya tembak.”
Karena korban tidak menyerahkan kendaraannya, pelaku kemudian diduga mendorong korban hingga korban bersama sepeda motornya terjatuh. Kedua pelaku selanjutnya membawa sepeda motor milik korban dan melarikan diri.
Kepala Dusun Talang 9, Salim Arca, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban merupakan warganya.
“Benar, warga kami menjadi korban begal. Kasian anaknya sekarang masih syok dan trauma,” kata Salim.
Usai kejadian, warga sempat berupaya mengejar para pelaku. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena pelaku sudah berhasil menjauh.
Warga kemudian meminta keterangan kepada sejumlah masyarakat di sekitar pertigaan jalur KM 17 yang diduga dilalui pelaku. Dari informasi yang diperoleh, terdapat beberapa warga yang mengaku melihat sepeda motor tersebut melintas ke arah Simpang Empat.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pelaku diduga menggunakan sepeda motor Honda Beat berwarna abu-abu. Sementara sepeda motor milik korban yang dibawa kabur merupakan Honda Beat berwarna merah.
Peristiwa tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Laporan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi aparat untuk melakukan penyelidikan, termasuk menelusuri identitas dan keberadaan kedua pelaku serta kendaraan korban yang dibawa kabur.
Peristiwa tersebut kembali menyoroti keamanan sejumlah ruas jalan yang berada di wilayah sepi, khususnya kawasan perkebunan di Kampung Negeri Batin dan Kecamatan Umpu Semenguk.
Warga menyebut kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut. Sejumlah kasus dugaan pembegalan sebelumnya juga dilaporkan terjadi, sehingga masyarakat berharap aparat kepolisian dapat mengungkap kasus tersebut dan meningkatkan patroli di jalur-jalur yang dinilai rawan.
Terlebih, lokasi kejadian merupakan jalur yang dilalui pelajar saat pulang sekolah. Kondisi jalan yang sepi dinilai membuat pengguna jalan, khususnya pelajar, rentan menjadi sasaran tindak kejahatan.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi, identitas pelaku maupun perkembangan penyelidikan atas laporan dugaan pembegalan tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan