Pengabaran.ID

Mengabarkan Berita

Dirgahayu Republik Indonesia ke 81 “Londo Ireng”

Oleh: Edi Iwansyah

Memasuki usia ke 81 tahun Republik Indonesia, kemerdekaan tidak lagi sekadar dimaknai sebagai kebebasan dari Pers di Tengah Kondisi Saat Ini: Tantangan dan Realita
​Tema Refleksi Kemerdekaan kali ini menyoroti wajah pers yang sedang menghadapi persimpangan jalan secara teknologis dan ekonomi:
​Integritas di Tengah Banjir Informasi: Di saat algoritma media sosial dan kecerdasan buatan (AI) membanjiri masyarakat dengan rumor, hoaks, dan konten sensasional (clickbait), keberadaan pers yang memegang teguh kode etik jurnalistik menjadi penawar obat bagi dahaga informasi yang shahih.
​Kemandirian Ekonomi Media: Industri pers independen dihadapkan pada tantangan keberlanjutan bisnis. Pers persahabatan (public-interest journalism) kerap kalah saing dengan monetisasi platform global. Padahal, pers yang independen secara finansial adalah kunci dari pers yang merdeka dari tekanan politik maupun oligarki.
​Kebebasan dan Keamanan Jurnalis: Kemerdekaan berpendapat dan menyampaikan kebenaran masih dibayangi tantangan kekerasan fisik, intimidasi digital, hingga jeratan regulasi ambigu yang berpotensi meredam kerja-kerja investigasi. kolonialisme fisik. Di era digital yang sarat disrupsi informasi, kemerdekaan hari ini adalah tentang bagaimana kita menjaga daya kritis, kedaulatan berpikir, dan kebenaran publik.

Pers di Tengah Kondisi Saat Ini Tantangan dan Realita
Tema Refleksi Kemerdekaan kali ini menyoroti wajah pers yang sedang menghadapi persimpangan jalan secara teknologis dan ekonomi.
Integritas di Tengah Banjir Informasi. Di saat algoritma media sosial dan kecerdasan buatan (AI) membanjiri masyarakat dengan rumor, hoaks, dan konten sensasional (clickbait), keberadaan pers yang memegang teguh kode etik jurnalistik menjadi penawar obat bagi dahaga informasi yang shahih.

Kemandirian Ekonomi Media Industri pers independen dihadapkan pada tantangan keberlanjutan bisnis. Pers persahabatan (public-interest journalism) kerap kalah saing dengan monetisasi platform global. Padahal, pers yang independen secara finansial adalah kunci dari pers yang merdeka dari tekanan politik maupun oligarki.

Kebebasan dan Keamanan Jurnalis Kemerdekaan berpendapat dan menyampaikan kebenaran masih dibayangi tantangan kekerasan fisik, intimidasi digital, hingga jeratan regulasi ambigu yang berpotensi meredam kerja-kerja investigasi.

Apalagi baru-baru ini terjadi beberapa insiden ramai menyinggung martabat dunia pers seperti peristiwa pengacara kondang Indonesia Hotman Paris Hutapea yang menyebut “LU PUNYA OTAK GAK SI”

belum lagi Presiden Konoha yang menyebut ” Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut
LONDO IRENG. Iya yang ikut Belanda perang lawan kita, sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan… WARTAWAN , JURNALIS apa itu, PENGAMAT,LSM harus kita tanya, yang gaji lu siapa?, yang bayar listrik mu siapa? yang bayar handphone mu siapa ?.

Belum lagi Deddy Yevri Sitorus, anggota DPR RI Komisi ll
Fraksi Partai Demokrat Indonesia Perjuangan (PDIP), mengatakan wartawan”gerombolan sirkus.”

Ada apa dengan dunia pers di Indonesia yang seakan di anggap rendah dan tak dihargai di mana yang dinamakan kebebasan, kedaulatan dan merdeka tapi fakta nya di lapangan rakyat sengsara
Demi nafkah keluarga ada yang maling dan berakhir di liang kubur, ada yang tahan lapar sampai mati, banyak korupsi gaji jaksa naik.

Tapi rakyat yang di tekan bayar pajak bahkan ada info terbaru terkait pajak akan di bantu oleh Babinsa dan bhabinkamtibmas.
Hadeh mana yang di sebut merdeka ini negara, anak baru lahir aja udah tanggung hutang negara.

Ini kah yang dimana kan merdeka
Ini kah yang dinamakan berdaulat
Ini kah yang dinamakan kebebasan.

Mana yang dikatakan Merdeka
Mana yang dikatakan berdaulat
Mana yang dikatakan kebebasan.

Nyatanya di kemerdekaan Indonesia ke 81 tahun ini itu semua cuma Kebohongan belakang.

Kritik dan saran yang jelas, fakta cuma di anggap LONDO IRENG
Jadi mau Dibawa kemana Indonesia yang berumur 81 tahun ini.

Bila Fakta, informasi sesuai di lapangan dari kawan-kawan jurnalis malah di anggap LONDO IRENG.

Minggu 02 Agustus 2026
Edi Iwansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini